Sosialisasi BOTAFA: Boneka Tangan Fauna sebagai Media Edukasi Fauna Indonesia di SDN 22 Kuranji
DOI:
https://doi.org/10.25077/jwa.31.3.484-491.2024Keywords:
conservation, education, fauna, hand puppets, mediaAbstract
Human activities pose significant threats to the biodiversity of Indonesia, leading to a decline in the population of endemic animals. Insufficient awareness among the public regarding the importance of conservation exacerbates wildlife trafficking and decreases animal populations. To enhance awareness, early-age education is crucial. Hand puppets, as educational tools, offer an engaging and practical approach to teaching children about Indonesian fauna. The implementation of Fauna Hand Puppetry (FHP) was conducted at SDN 22 Kuranji, and through a series of hand puppets, illustrated storybooks, and QR-coded tags linked to a website, the socialization aimed to capture children's interest and provide easy understanding of the protected fauna. FHP products are designed with child-safe materials and attractively packaged, empowering children to take an active role in conservation. Socialization methods involve PowerPoint (PPT) presentations to explain Indonesian wildlife and interactive Q&A sessions to allow students to inquire and discuss the presented materials. Through a combination of presentations and Q&A sessions, this socialization effort is anticipated to foster a better understanding among students regarding the importance of protecting Indonesian fauna. The quiz and Q&A session results conducted after the socialization showed that students' understanding increased, and they could answer an average of 9 out of 10 questions correctly related to Indonesian fauna.
Downloads
References
Fitriyannisa, Agung, A. A. G., & Tegeh, I. M. (2021). Model pembelajaran berbasis karakter konservasi untuk anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 9, 17–22.
Gunarti, W., Suryani, L., Muis, A., & Pratiwi, N. (2010). Metode pengembangan perilaku dan kemampuan anak usia dini (3rd ed.). Universitas Terbuka.
IUCN. (2021). The IUCN Red List of Threatened Species.
Jayapada, G., & Faisol, B. (2017). Kearifan lokal dalam cerita rakyat sebagai media pendidikan karakter untuk membentuk literasi moral siswa. Bibliotika: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 60–62.
Muktiani, E., Pujiati, & Ardhi, M. W. (2018). Ular tangga satwa endemik: Permainan edukatif sebagai upaya penyadartahuan satwa endemik Indonesia yang dilindungi. Prosiding Seminar Nasional SIMBIOSIS III, 312–318.
Nuha, U. (2016). Ragam metodologi & media pembelajaran bahasa Arab. Dalam Mendidik: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran (1st ed., No. 1). DIVA Press.
Nurfatin, N. A., & Triadi, R. B. (2018). Karakteristik tokoh Kancil pada cerita rakyat tradisional Indonesia. Jurnal Sasindo Unpam, 6, 53–65.
Raharjo, P. B., Wibowo, S. A., & Orisa, M. (2020). Implementasi augmented reality untuk pengenalan hewan endemik Indonesia berbasis Android. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 4, 382–388.
Selni, M., Mangunjaya, F. M., Praharawati, G., Tjamin, Y. R., & Bahagia. (2021). Pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat terhadap keinginan untuk melakukan konservasi hewan liar yang terancam punah. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3, 1808–1820.
Songtiar, N. (2021). Tanggung jawab negara terhadap perdagangan satwa liar dan keanekaragaman hayati melalui kerjasama negara-negara ASEAN. Bina Hukum Lingkungan, 5, 263–286.
Suhartono. (2005). Pengembangan keterampilan bicara anak usia dini. Departemen Pendidikan Nasional.
Sulianto, J., Untari, M. F. A., & Yulianti, F. (2014). Media boneka tangan dalam metode bercerita untuk menanamkan karakter positif kepada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, 15(2), 94–104. https://doi.org/10.33830/jp.v15i2.419.2014
Yoshua, A., Purnomo, A., & Samekto, A. (2016). Perlindungan satwa langka di Indonesia dari perspektif Convention on International Trade in Endangered Species of Flora and Fauna (CITES). Diponegoro Law Journal, 5, 1–13.
Zakariya, R. (2021). Penguatan kerjasama lintas negara dalam penegakan hukum perdagangan satwa liar: Strengthening the eradication of illegal trading wildlife in Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2, 1039–1058.








